jpnn.com, PALEMBANG - Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II kembali dipercaya memegang peran krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Melalui Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 7 Tahun 2025, pemerintah secara resmi menunjuk Bandara ini sebagai titik keberangkatan (embarkasi) dan kedatangan (debarkasi) jemaah haji tahun 1147 Hijriah/2026 Masehi.
Tak hanya penerbangan secara langsung. Namun, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II pun menjadi bandara embarkasi haji antara.
General Manager Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Ahmad Syaugi Shahab menjelaskan bahwa berbagai kesiapan sudah dilakukan, baik internal maupun eksternal dengan bersinergi dengan para stakeholder bandara seperti LANUD SMH, Kementerian Haji dan Umrah, airlines, CIQ dan BMKG.
“Mulai 22 April 2026, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II akan melayani embarkasi dengan melayani 6.972 calon jemaah dari 16 kloter sesuai rencana jadwal pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji dari Kementerian yang telah kami terima” jelas Syaugi, Jumat (17/4/2026).
"Fokus kami adalah memastikan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan berjalan optimal. Bandara sudah melakukan kesiapan penuh menjelang pemberangkatan calon Jemaah," sambung Syaugi.
Total ada 519 personil disiapkan untuk mendukung pelayanan penerbangan.
"Jam operasional bandara pun akan disesuaikan demi memaksimalkan pelayanan dengan tetap memperhatikan terpenuhinya ketentuan keselamatan dan keamanan penerbangan," kata Syaugi.








































