jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut spirit Konferensi Asia Afrika (KAA) sebagai narasi pembebasan yang sebenarnya, harus dipraktikkan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa.
Hal demikian dikatakan Hasto saat seminar berjudul Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Sabtu (18/4).
"Kita harus menjadi sumber keteladanan bahwa perbedaan-perbedaan ide dan pemikiran selama digerakkan oleh semangat rasa cinta tanah air untuk kemajuan bangsa itu bukan hal yang diharamkan," kata dia, Sabtu.
Alumnus Universitas Pertahanan (Unhan) itu menyayangkan fenomena pelaporan polisi terhadap masyarakat yang berani mengkritik kebijakan pemerintah.
"Sekarang ini kritik masalah pangan diadukan ke polisi. Kritik masalah terhadap pemerintah diadukan kepada polisi," ujar Hasto.
Pria kelahiran Yogyakarta itu mengatakan Indonesia dibangun dengan suatu dialektika, sehingga urusan kritik tak perlu dibawa ke ranah hukum.
"Kalau kita kritik pemerintah, bukan berarti kita tidak ingin pemerintah berhasil, justru ketika kita kritik pemerintah, karena kita sayang, cinta tanah air kepada republik ini," ungkapnya.
Menurut Hasto, demokrasi sehat di Indonesia bisa terwujud andai fungsi pengawasan berjalan tanpa tekanan.








































