jpnn.com, JAKARTA - Senator asal Papua Barat Daya Paul Finsen Mayor mengkritik keras kebijakan negara yang mendatangkan batalion pertanian dan perkebunan di Bumi Cenderawasih.
Finsen berkata demikian saat menginterupsi Rapat Paripurna VI DPD RI Masa Sidang III pada 2025-2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1).
Menurut dia, warga Papua lebih membutuhkan sekolah dan rumah sakit ketimbang negara memperkuat markas militer.
"Orang Papua butuh sekolah dan rumah sakit bukan markas tentara. Itu penting," ujar Finsen dalam rapat, Rabu.
TNI memang berencana mengirim batalion Yonif Teritorial Pembangunan (TP) ke Papua untuk mendukung Ketahanan Pangan, Pembangunan Infrastruktur, Kesehatan Masyarakat serta Pemberdayaan Ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan serta keamanan di sana.
Batalion itu nantinya ditempatkan di bawah Komando Brigif TP 82/WKB dan berkedudukan di Kabupaten Biak, Kabupaten Supiori, dan Kabupaten Waropen.
Menurut Finsen, Undang-Undang Otsus yang sempat dibahas oleh parlemen mengamanatkan negara memperkuat pendidikan di Papua ketimbang markas tentara.
"Kita, di otsus kita yang dibahas dahulu itu masalah utama itu pendidikan dan kesehatan," ujarnya dalam rapat.














































