Saat Anggaran Keluarga Terbatas, Jangan Sampai Protein Anak Ikut Dipangkas

2 hours ago 17

Minggu, 30 Agustus 2026 – 11:06 WIB

Saat Anggaran Keluarga Terbatas, Jangan Sampai Protein Anak Ikut Dipangkas - JPNN.com Jatim

Media talk Forum Ngobras bersama Frisian Flag Indonesia bertajuk Budget Boleh Minimal, Nutrisi Harus Tetap Optimal di Jakarta, Rabu (26/8). Foto: Source for JPNN

jatim.jpnn.com, JAKARTA - Tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok membuat keluarga di Indonesia harus semakin cermat mengatur anggaran konsumsi sehari-hari. Ketika pengeluaran rumah tangga tertekan, kebutuhan pangan menjadi salah satu pos yang ikut disesuaikan. Kondisi ini berpotensi membuat kualitas asupan gizi keluarga, terutama anak-anak, ikut menurun.

Hal tersebut mengemuka dalam media talk Forum Ngobras bersama Frisian Flag Indonesia bertajuk Budget Boleh Minimal, Nutrisi Harus Tetap Optimal di Jakarta, Rabu (26/8).

Kepala Lembaga Demografi sekaligus dosen dan peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) I Dewa Gede Karma Wisana mengatakan tekanan ekonomi terhadap masyarakat merupakan kondisi yang nyata dan terukur.

Dia menjelaskan tingkat pendapatan masyarakat terbagi dalam lima kuintil, dengan kuintil 1 merupakan kelompok berpendapatan paling rendah dan kuintil 5 paling tinggi.

"Makin rendah pendapatan, makin habis anggaran belanja untuk makan," kata Dewa.

Pada kelompok kuintil 1, pengeluaran untuk pangan mencapai 63,2 persen dari pendapatan. Sementara pada kuintil 5, porsinya sekitar 40,5 persen. Menurut Dewa, kondisi tersebut menjadi semakin berat ketika harga pangan dan biaya hidup lainnya meningkat.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024 dan 2025 yang dirilis BPS, terjadi perubahan pola belanja masyarakat. Belanja bukan makanan meningkat 5,98 persen, sedangkan tambahan belanja makanan hanya 3,16 persen.

"Ada kecenderungan bahwa tambahan belanja nonmakanan lebih tinggi dibandingkan konsumsi makanan. Jadi ada trade off atau penukaran karena harus tetap beli bahan bakar, misalnya, sehingga kemudian memilih makanan yang lebih sederhana," ujarnya.

Saat budget keluarga tertekan, protein kerap ikut dikurangi. Pakar mengingatkan dampaknya bagi tumbuh kembang anak dan membagikan pilihan pangan bergizi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |