jpnn.com, JAKARTA - Bloomberg mencatat rupiah spot ada di level Rp 17.593 per dolar Amerika Serikat (USD) atau melemah 0,37 persen pada Jumat (15/5/2026) pukul 12.09 WIB.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan USD terjadi seiring meningkatnya gejolak geopolitik.
“Khususnya terkait memanasnya hubungan antara AS dan Iran,” ungkap Ibrahim di Jakarta, Jumat (15/5).
Ibrahim menjelaskan ketegangan meningkat setelah Iran melakukan latihan militer besar-besaran di Selat Hormuz yang merupakan jalur penting perdagangan minyak dunia.
Situasi tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah dan memicu permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.
Selain itu, pasar juga mencermati dinamika hubungan geopolitik di Timur Tengah, termasuk dugaan peningkatan kerja sama antara Israel dengan sejumlah negara kawasan seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Ibrahim menyebut ketegangan semakin meningkat setelah insiden tenggelamnya kapal kargo di perairan Oman serta laporan penahanan sejumlah kapal oleh Iran usai latihan militernya di Selat Hormuz.
"Secara eksternal, kondisi geopolitik membuat USD menguat, harga minyak naik, dan rupiah mengalami pelemahan," ujar Ibrahim.











































