jpnn.com - TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, akan melakukan redistribusi guru PNS dan guru PPPK.
Pasalnya, selama ini terjadi penumpukan guru di wilayah tertentu.
Di sisi lain, terjadi kekurangan jumlah guru di sejumlah wilayah di Timika.
Jumlah guru di Kabupaten Mimika pada 2025 tercatat hampir mencapai 2.000 orang berdasarkan pernyataan Dinas Pendidikan setempat.
Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika menggelontorkan anggaran lebih dari Rp400 miliar setiap tahun untuk belanja pegawai baik Aparatur Sipil Negara (ASN) PNS, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga Pegawai Kontrak.
Kepala Dinas Pendidikan Mimika Antonius Welerubun mengatakan meskipun anggaran yang diterima Disdik Mimika cukup besar, dimana tahun ini mencapai lebih dari Rp700 miliar. Di mana porsi anggaran terbesar untuk membiayai belanja pegawai termasuk gaji guru.
"Tahun ini kami mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp780 miliar lebih. Tapi dari jumlah itu, sebanyak Rp400 miliar lebih digunakan untuk belanja pegawai. Sedangkan untuk belanja modal termasuk untuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan jumlahnya jauh di bawah itu," kata Antonius di Timika, Jumat (17/4).
Menyikapi kondisi itu, katanya, Disdik Mimika akan melakukan pembenahan, salah satunya melakukan penataan jumlah dan alokasi tenaga pendidik di sekolah-sekolah.








































