jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Keputusan Bojan Hodak untuk tidak melanjutkan tugasnya sebagai Pelatih Persib Bandung, cukup mengejutkan berbagai pihak. Tidak hanya Bobotoh yang bersedih, para pemain juga merasakan hal yang sama.
Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) mengumumkan pengunduran diri Bojan Hodak sebagai pelatih pada Senin (25/5/2026) dini hari. Beberapa jam sebelumnya, sejumlah pemain melalui akun Instagram pribadinya mengunggah potret dirinya bersama Bojan Hodak.
Salah satu yang paling berkesan adalah unggahan kapten Persib, Marc Klok.
Marc Klok mengunggah foto dirinya bersama Bojan Hodak dengan tiga piala BRI Super League. Ia mencurahkan perasaannya, termasuk kesan baiknya untuk pelatih berkepala pelontos itu.
"Bos... Aku bahkan tidak tahu harus mulai dari mana. Tiga tahun, tiga gelar, dan tidak sekali pun, tidak sehari pun kami berhenti menjadi dirimu sendiri. Kau datang dengan visimu sendiri, caramu sendiri, kebenaranmu sendiri. Kebisingan tak pernah menyentuhmu. Kritikan terpantul. Sorotan tak pernah mengubahmu. Kau tetap menjadi Bojan. Dan itu, lebih dari trofi apa pun, adalah hal yang membuat orang mengikuti Anda," tulis Klok dikutip dari akun Instagram pribadinya, Rabu (27/5).
Klok menyampaikan, kebersamaannya dengan Bojan Hodak selama tiga musim terakhir merupakan periode terpenting dalam hidupnya. Dia bahkan melihat Hodak bukan hanya sebagai sosok pelatih saja, tapi juga orangtua yang hangat.
"Apa yang kita bangun bersama dalam tiga tahun itu... akan saya bawa sepanjang karier saya. Itu bukan hanya tahun-tahun yang baik. Itu adalah tahun-tahun yang paling penting. Tahun-tahun yang akan saya kenang ketika semuanya berakhir dan berpikir, saat itulah yang paling berarti."
"Anda lebih dari sekadar pelatih. Bagi begitu banyak anak laki-laki ini, Anda menjadi ayah sepak bola. Cara Anda menjaga keharmonisan ruang ganti, dengan kejujuran, dengan ketulusan hati, dengan tatapan yang mengatakan segalanya tanpa sepatah kata pun - adalah sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Tentu, mungkin saya ikut campur sekali atau dua kali untuk menjaga perdamaian. Mungkin. Tapi Anda tahu sebaik saya, mereka tidak hanya menghormati Anda. Mereka mencintai Anda. Para pemain. Para staf. Para penggemar. Setiap orang."


































