Pemulihan Sistem Kelistrikan Skala Besar Harus Dilakukan Dengan Penuh Kehati-hatian

2 hours ago 22

Pemulihan Sistem Kelistrikan Skala Besar Harus Dilakukan Dengan Penuh Kehati-hatian

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Petugas PLN. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), M Kholid Syeirazi menilai pemulihan sistem interkoneksi berskala besar tidak dapat dilakukan secara instan karena seluruh komponen sistem harus kembali tersinkronisasi secara stabil.

Pasalnya, proses pemulihan sistem kelistrikan Sumatra pascagangguan transmisi interkoneksi perlu dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian guna menjaga stabilitas sistem tenaga listrik hingga pasokan kembali normal.

“Pemulihan sistem kelistrikan skala besar memang harus dilakukan penuh kehati-hatian. Yang dikejar bukan sekadar cepat menyala, tetapi memastikan sistem kembali normal secara aman dan andal,” ujar Kholid.

Dia menjelaskan, dalam sistem interkoneksi, kestabilan frekuensi menjadi indikator utama keseimbangan antara daya pembangkitan dan beban pelanggan.

Ketika terjadi gangguan besar dan sejumlah pembangkit lepas dari sistem, frekuensi dapat turun drastis dan memicu efek domino pada jaringan kelistrikan.

“Kalau recovery dilakukan terlalu cepat tanpa sinkronisasi yang tepat, risikonya frekuensi kembali turun dan memicu pembangkit lepas lagi dari sistem. Itu yang harus dihindari,” jelasnya.

Oleh karena itu, proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan terukur agar sinkronisasi antar pembangkit tetap terjaga, baik dari sisi frekuensi, tegangan, maupun sudut fasa sistem.

Menurutnya, ketidakseimbangan antara pasokan dan beban akibat recovery yang terlalu agresif dapat memicu blackout susulan maupun gangguan pada peralatan pembangkit dan transmisi.

Proses pemulihan yang dilakukan hingga sistem kelistrikan Sumatra kembali normal menunjukkan penanganan dilakukan secara terukur pada sistem interkoneksi berska

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |