jogja.jpnn.com, SLEMAN - Tren positif Laskar Sembada akhirnya menemui jalan buntu. PSS Sleman harus pulang dengan tangan hampa setelah ditundukkan tuan rumah PS Barito Putera dengan skor tipis 0-1 dalam lanjutan pekan ke-24 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion 17 Mei, Sabtu malam (11/4).
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi PSS. Pasalnya, mereka gagal memperlebar jarak di saat rival terdekat, Persipura Jayapura, juga tertahan imbang oleh Persela Lamongan. Alih-alih menjauh, posisi PSS kini justru berada dalam ancaman.
Hasil minor di Banjarmasin membuat peta persaingan di Grup Timur menjadi sangat ketat. Meski PSS Sleman masih bertengger di puncak dengan koleksi 49 poin.
Kemenangan ini membawa PS Barito Putera meroket ke peringkat kedua dengan 48 poin, hanya selisih satu angka dari sang pemuncak.
Sedangkan Persipura Jayapura terus mengintai di posisi ketiga dengan 47 poin. Jarak yang hanya terpaut satu hingga dua poin ini membuat peluang tim pesaing untuk menyalip sangat terbuka lebar pada pekan depan.
Pelatih Kepala PSS Sleman Ansyari Lubis tak menutupi kekecewaannya. Ia menyoroti penurunan konsentrasi yang berujung pada gol tunggal kemenangan Laskar Antasari.
“Ketika kami tidak menjaga konsentrasi dan fokus selama pertandingan, kami pasti akan dihukum lewat gol dari mereka. Namun, saya rasa hasil ini akan membuat seluruh pemain dan tim pelatih bekerja lebih keras lagi untuk tiga pertandingan ke depan,” ujar Ansyari dalam sesi jumpa pers pascapertandingan.
Dengan kompetisi yang hanya menyisakan tiga pertandingan, PSS Sleman dihadapkan pada situasi krusial.





































