jpnn.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi ibu kota mencapai 5,21 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan capaian tersebut menjadi indikator bahwa perekonomian Jakarta tetap terjaga meski dihadapkan pada berbagai tantangan global.
“Pertumbuhan ekonomi Jakarta adalah 5,21 tahun lalu, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional 5,11 persen,” ujar Pramono dalam konferensi pers realisasi APBD Triwulan I 2026 di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/4).
Tak hanya itu, tingkat inflasi Jakarta juga tercatat lebih rendah dibandingkan nasional, yakni sebesar 3,37 persen, sementara inflasi nasional berada di angka 3,48 persen.
“Dengan demikian pertumbuhan ekonominya lebih tinggi tetapi inflasinya lebih rendah, secara ekonomi Jakarta terawat terjaga dengan baik,” kata dia.
Menurut dia, optimisme terhadap kondisi ekonomi juga tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai 145,5 pada Maret 2026.
Angka tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang tetap tinggi.
Selain itu, peningkatan aktivitas ekonomi juga terlihat dari pertumbuhan penjualan riil yang naik 4,92 persen secara tahunan (year on year).







































