Politeknik LPP & BPDP Gelar Workshop Produk UMKM Perkebunan di Cirebon

2 hours ago 17

Politeknik LPP & BPDP Gelar Workshop Produk UMKM Perkebunan di Cirebon

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Workshop Produk UMKM Perkebunan yang dilaksanakan oleh Politeknik LPP dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) 24–25 Juni 2026 di Kota Cirebon. Foto: dok BPDP

jpnn.com, JAKARTA - Mewakili Direktur Utama BPDP, Kepala Divisi Kerjasama Kemitraan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah menyampaikan pengembangan UMKM merupakan salah satu kunci dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan nilai tambah dari sektor perkebunan.

Hal itu diungkapkan Helmi saat Workshop Produk UMKM Perkebunan yang dilaksanakan oleh Politeknik LPP dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). 

Kegiatan yang berlangsung pada 24–25 Juni 2026 di Kota Cirebon ini diikuti oleh 100 pegiat UMKM yang terdiri atas 76 peserta perempuan dan 24 peserta laki-laki.

“Potensi perkebunan Indonesia tidak hanya berada pada hasil utamanya, tetapi juga pada berbagai produk turunan dan limbah yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” ujar Helmi.

Workshop menjadi wadah pembelajaran, berbagi pengalaman, dan penguatan kapasitas bagi para pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha berbasis komoditas dan limbah perkebunan.

Helmi menjelaskan selama dua hari, peserta memperoleh berbagai materi praktis yang dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan nilai tambah produk dan daya saing usaha mereka.

“Melalui kegiatan ini, BPDP berharap makin banyak UMKM yang mampu tumbuh, berinovasi, dan menciptakan lapangan kerja baru berbasis sumber daya lokal,” ujarnya.

Wakil Direktur I Politeknik LPP, Ratna Sri Harjanti, yang mewakili Direktur Politeknik LPP, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPDP atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.

Pengembangan UMKM merupakan salah satu kunci dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan nilai tambah dari sektor perkebunan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |