ASUS ExpertBook Ultra Bidik Pasar Korporasi Indonesia

3 hours ago 28

Rabu, 24 Juni 2026 – 18:44 WIB

ASUS ExpertBook Ultra Bidik Pasar Korporasi Indonesia - JPNN.com Jateng

Peluncuran ASUS ExpertBook Ultra di Kota Semarang, Jawa Tengah. FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan mulai berdampak pada industri teknologi global, termasuk pasar laptop di Indonesia. Produsen laptop ASUS menyebut kenaikan harga komponen elektronik akibat gangguan rantai pasok global telah mendorong harga laptop naik dan menekan penjualan segmen entry level.

Head of Corporate Communication ASUS Indonesia Muhammad Firman mengatakan kelangkaan chip serta meningkatnya kebutuhan mikroprosesor untuk pengembangan kecerdasan artifisial (AI) menjadi faktor utama yang memengaruhi harga perangkat komputer dan laptop.

Menurutnya, industri AI saat ini menyerap mikroprosesor dalam jumlah sangat besar. Di sisi lain, konflik geopolitik di Timur Tengah turut mengganggu distribusi global sehingga memengaruhi ketersediaan komponen pendukung PC dan laptop.

"Industri AI saat ini membutuhkan mikroprosesor dalam jumlah yang sangat besar. Di sisi lain, konflik yang terjadi di Timur Tengah juga mengganggu pengiriman global sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan komponen pendukung PC dan laptop," ujar Firman saat ditemui di Hotel Ibis Styles Semarang, Rabu (24/6).

Produsen semikonduktor kini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksinya untuk memenuhi kebutuhan pusat data AI dibandingkan perangkat elektronik konsumen. Kondisi tersebut menyebabkan kelangkaan sejumlah komponen penting, seperti prosesor, RAM, dan SSD.

Akibatnya, harga laptop di pasaran mengalami kenaikan signifikan. Sebagai contoh, laptop dengan prosesor Intel Core i3 yang pada 2025 dijual sekitar Rp 6 juta, kini bisa mencapai Rp 8 juta untuk spesifikasi yang setara.

"Kenaikannya bisa sekitar 50 persen dibandingkan produk yang sama pada tahun sebelumnya. Itu dipengaruhi oleh ketersediaan chip dan kondisi supply chain global," katanya.

Menurutnya, dampak kenaikan harga paling terasa pada segmen entry level yang menyasar pelajar, mahasiswa, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kelompok konsumen tersebut dinilai sangat sensitif terhadap perubahan harga sehingga banyak yang menunda pembelian perangkat baru.

Harga laptop makin mahal, ASUS ExpertBook Ultra membidik pasar korporasi Indonesia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |