jpnn.com, JAKARTA - Peluncuran Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah membawa harapan baru untuk menekan angka anak tidak sekolah (ATS) di berbagai wilayah Indonesia.
Pada momen peluncuran program ini, sejumlah kepala sekolah induk dan sekolah mitra menyampaikan kesiapan serta harapan pelaksanaan PJJ.
Salah satunya diungkapkan oleh Kepala Tata Usaha Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Malaysia, Sukma Sabdani.
Ia mengatakan bahwa program PJJ terbukti memberikan solusi nyata bagi ratusan murid Indonesia di wilayah Sabah, Malaysia, yang memiliki kendala untuk melanjutkan pendidikan. Selama ini, pelaksanaan PJJ berjalan baik dan meningkatkan akses pendidikan secara signifikan.
“Dari sekitar 1.700 lulusan tingkat SMP setiap tahun, program PJJ akan mampu menampung lebih dari separuh murid yang sebelumnya tidak terakomodasi dalam program pendidikan formal reguler. PJJ menjadi solusi efektif bagi mereka yang tinggal di wilayah terpencil, termasuk anak-anak Indonesia yang berada di kawasan perkebunan dengan jarak hingga ratusan kilometer dari pusat kota maupun SIKK,” ujar Sukma, Senin (27/4).
Pelaksanaan PJJ juga disambut baik dengan antusiasme tinggi para murid.
Sukma menuturkan bahwa selain memberikan akses pendidikan, PJJ memungkinkan murid tetap belajar di tengah aktivitas sehari-hari, termasuk membantu orang tua bekerja di perkebunan maupun di tempat lain.
“Ke depan, SIKK berencana untuk terus mengembangkan cakupan program PJJ agar dapat menjangkau lebih banyak murid, termasuk mereka yang telah bekerja, tetapi belum menyelesaikan pendidikan. Semoga program ini dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah,” terang Sukma.








































