jpnn.com, SURABAYA - Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur (Jatim) Said Abdullah menyebut saat ini dunia memasuki era post-truth atau pascakebenaran di kehidupan sosial dan politik.
Said berkata demikian saat berpidato dalam acara Halalbihalal DPD PDIP Jatim di Surabaya, Minggu (12/4) ini.
"Kita memasuki era post truth. Keadaan kita mengalami kesusahaan untuk membedakan benar dan salah, kejujuran dan kebohongan, serta otentisitas dan kepalsuan,” ujar Said, Minggu.
Menurut Ketua Banggar DPR RI itu, fenomena kepalsuan makin meluas seiring perkembangan media sosial yang memungkinkan seseorang menampilkan identitas yang tidak autentik.
Said menuturkan kondisi saat ini membuat masyarakat bisa terjerumus ke informasi sesat dan manipulatif.
Pria kelahiran Sumenep, Jatim itu menyebut praktik kepalsuan memang sudah terjadi sejak zaman dahulu.
Said mencontohkan kemunculan Musailamah al-Kadzdzab yang memalsukan ayat-ayat Al-Qur’an pada masa Nabi Muhammad SAW.
"Pada zaman saat Rasulullah masih hidup saja, ayat Al-Qur’an dipalsukan oleh Musailamah al-Kadzdzab,” ucapnya.








































