jateng.jpnn.com, SOLO - Persis Solo menutup putaran pertama kompetisi dengan cerita yang jauh dari kata manis. Hingga pekan ke-17 BRI Super League 2025/26, Laskar Sambernyawa masih terjebak di zona merah, tepatnya di posisi ke-16 klasemen sementara dengan raihan 10 poin.
Catatan tersebut lahir dari 17 laga yang dijalani Persis dengan hasil dua kemenangan, empat kali imbang, dan 11 kekalahan.
Produktivitas gol belum mampu menutup rapuhnya lini pertahanan. Persis mencetak 20 gol, tetapi sudah kebobolan 38 kal dengan menjadikannya tim dengan jumlah kemasukan terbanyak kedua setelah PSBS Biak.
Yang membuat situasi ini terasa makin getir, posisi Persis di klasemen paruh musim ternyata identik dengan musim lalu. Pada BRI Liga 1 2024/25, Persis juga mengakhiri putaran pertama di peringkat ke-16 dengan jumlah poin dan hasil pertandingan yang sama persis: 10 poin dari dua menang, empat imbang, dan 11 kalah.
Kini, di bawah komando pelatih Milomir Seslija, Persis dihadapkan pada pekerjaan rumah yang nyaris deja vu. Menyadari kondisi tersebut, manajemen klub menegaskan komitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi menyelamatkan tim di putaran kedua.
“Berdasarkan performa klub hingga paruh pertama BRI Super League 2025/26, jajaran Direksi Persis berkomitmen untuk mengevaluasi total kinerja manajemen, pelatih, staf pelatih, tim ofisial, dan para pemain untuk menghadapi putaran kedua,” tulis manajemen Persis dalam keterangan resmi di laman klub.
Tak berhenti di situ, Laskar Sambernyawa juga memastikan bakal aktif bergerak di bursa transfer paruh musim. Langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan pelatih sekaligus memperbaiki kedalaman skuad demi bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.
“Dengan segala kerendahan hati, jajaran Direksi Persis memohon maaf atas performa tim yang belum maksimal, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh suporter yang terus mengawal Persis,” bunyi pernyataan resmi tersebut.











































