jpnn.com, JAKARTA - Penunjukan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Sekjen Kemenkeu) Robert Leonard Marbun dinilai bukan sekadar rotasi jabatan biasa.
Hal itu seiring tekanan geopolitik global yang menjadikan posisi itu menjadi kunci untuk menjaga stabilitas fiskal nasional.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai Robert adalah orang yang tepat dengan segudang pengalaman.
Salah satu tantangannya di depan mata adalah membongkar praktik lama yang menggerogoti penerimaan negara.
"Keinginan Purbaya ini adalah orang yang sudah memiliki pengalaman yang mumpuni di bidangnya. Sekjen itu tangan kanan menteri. Di situ letak strategisnya, apalagi sekarang kondisi global lagi tidak stabil, harga minyak naik, tekanan fiskal pasti terasa,” kata Ibrahim, Minggu (29/3).
Menurutnya, persoalan paling krusial justru berada di dalam negeri atau kepabeanan, tepatnya di pintu-pintu masuk perdagangan seperti pelabuhan dan bandara.
Ibrahim juga menyoroti praktik mafia kepabeanan yang dinilai masih marak dan sulit diberantas, karena banyaknya 'pintu' dalam rantai distribusi membuat pengawasan menjadi lemah.
“Masalah terbesar itu di pelabuhan. Banyak kebocoran, dan ini bukan rahasia lagi. Bahkan, dari pengalaman dan berdiskusi dengan mantan pejabat, di situ memang paling sulit,” ungkapnya.











































