jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite dan Biosolar tidak akan naik walau kurs dolar AS terhadap rupiah tembus angka Rp 17.877 per USD.
“Untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan (tidak naik hingga akhir tahun),” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (30/5).
Selain harga, Yuliot juga menyampaikan stok BBM pun aman, bahkan berada di atas cadangan minimal.
Adapun standar minimal stok operasional nasional berada di angka 23 hari.
“Misalkan untuk Pertalite itu jauh di atas cadangan minimal, dan juga untuk solar CN48 itu juga di atas cadangan minimal,” kata Yuliot.
Untuk pasokan BBM nonsubsidi, Yuliot juga menyampaikan ketersediaannya cukup secara nasional.
Dalam menghadapi kurs rupiah yang melemah terhadap dolar AS, Yuliot mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan produksi minyak di dalam negeri.
Selain itu, pemerintah juga mempersiapkan kilang di dalam negeri.





































