jpnn.com, JAKARTA - Program pemberdayaan usaha ultra mikro dinilai tidak hanya bertumpu pada akses pembiayaan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan pengalaman usaha yang berkelanjutan.
Hal tersebut tercermin dalam program Mekaarpreneur yang dijalankan oleh PNM (Permodalan Nasional Madani), yang tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pendampingan dan inkubasi bisnis bagi pelaku usaha ultra mikro.
Melalui program ini, para pelaku usaha mendapatkan pelatihan, penguatan mental usaha, pengembangan produk, hingga pemahaman strategi pemasaran dan peluang pasar yang lebih luas.
Sejumlah peserta mengaku merasakan perubahan signifikan setelah mengikuti rangkaian pendampingan dalam program tersebut.
Salah satunya adalah Yuliana Dewi Putri, pelaku usaha minuman herbal yang usahanya semakin berkembang setelah mengikuti Mekaarpreneur.
Dia mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru mulai dari branding produk hingga pemasaran digital yang membantu meningkatkan kualitas usahanya.
“Saya mendapatkan ilmu banyak sekali, mendapatkan teman dan pengalaman luar biasa. Saya diajarkan cara branding produk dan pemasaran digital,” ujarnya.
Yuliana juga menyebut dirinya kini dapat berkolaborasi dengan sesama pelaku usaha lain serta membagikan ilmu yang diperoleh kepada anggota kelompoknya.












































