jpnn.com, JAKARTA - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai stabilisasi nilai tukar rupiah diperlukan dukungan dari sisi fiskal guna menjaga kepercayaan pasar.
“Tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan moneter,” ucap Fakhrul.
Dia menuturkan Bank Indonesia juga sudah memberikan sinyal yang jelas kepada pasar bahwa stabilitas rupiah adalah prioritas.
Kenaikan suku bunga merupakan langkah yang tepat dan diperlukan.
"Namun, setelah ini pasar akan mulai melihat apakah ada tindak lanjut dari sisi fiskal dan pengelolaan pasar keuangan. BI tidak bisa bekerja sendirian," kata Fakhrul dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (29/5).
Menurut Fakhrul, pemerintah dan Kementerian Keuangan sebenarnya telah menunjukkan kemampuan untuk mendorong percepatan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir.
Berbagai program pembangunan, percepatan belanja, hilirisasi, serta upaya memperbesar kapasitas negara telah berhasil menjaga momentum pertumbuhan di tengah lingkungan global yang tidak mudah.
Namun, ia juga mengingatkan pengelolaan perekonomian dapat diibaratkan seperti mengemudikan kendaraan, yang pada kondisi tertentu perlu menekan pedal gas dan pada situasi lain mengurangi kecepatan saat menghadapi tikungan tajam.





































