bali.jpnn.com, DENPASAR - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau usulan lokasi pembangunan Rumah Susun (Rusun) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Denpasar, Bali, Senin (16/3).
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penyediaan hunian vertikal yang layak dan terjangkau di kawasan perkotaan.
Lahan yang ditinjau berlokasi di Jalan Raya Sesetan, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar, Bali.
Dengan luas kurang lebih 3.328 meter persegi (dimensi sekitar 26 x 128 meter), lahan tersebut merupakan aset Pemprov Bali yang diusulkan untuk dikembangkan menjadi hunian bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Di lokasi tersebut direncanakan akan dibangun tower Rusun Arunika tipe 36 dengan ketinggian maksimal empat lantai.
Rusun ini akan menyediakan 60 unit hunian, yang terdiri dari dua unit untuk penyandang disabilitas dan 58 unit reguler bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Rencana pembangunan rusun ini akan menggunakan skema kontrak Multi Years Contract (MYC) dengan target pelaksanaan pada Juni 2026 hingga Maret 2027.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pembangunan rusun subsidi menjadi salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan hunian di kota-kota besar yang memiliki keterbatasan lahan.







































