Menkum Dorong Riset Kampus Jadi Paten dan Bernilai Ekonomi

3 hours ago 17

Menkum Dorong Riset Kampus Jadi Paten dan Bernilai Ekonomi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Keamanan, Supratman Andi Agtas saat ditemui seusai menghadiri kegiatan Campus All Out di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Kota Bandung, Selasa (12/5/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, BANDUNG - Pemerintah mendorong hasil riset perguruan tinggi tidak lagi berhenti sebatas publikasi ilmiah.

Penelitian mahasiswa dan akademisi diharapkan dapat berkembang menjadi paten hingga menghasilkan nilai ekonomi bagi negara.

Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi, biomolekul, hingga kekayaan alam yang dapat diolah menjadi aset berbasis kekayaan intelektual.

"Karena itu hasil penelitian jangan berhenti di publikasi. Negara harus hadir menjembatani supaya bisa menjadi aset yang berguna," kata Supratman dalam kegiatan Campus All Out di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, riset yang dilakukan kampus harus mulai diarahkan untuk menjawab kebutuhan industri.

Selama ini banyak hasil penelitian dinilai mandek karena minimnya komunikasi antara peneliti dengan dunia usaha.

Pemerintah pun menghadirkan forum yang mempertemukan peneliti, industri, dan negara agar hasil kajian akademik dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi.

"Tadi Kementerian Hukum menjadi mediator untuk menengahi mandeknya komunikasi antara hasil riset dengan kebutuhan industri," ucap dia.

Pemerintah mendorong hasil riset kampus tak berhenti di publikasi, tetapi berkembang menjadi paten dan produk bernilai ekonomi bagi negara.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |