jpnn.com - SURABAYA – Sam Ratu Adila mengulas mengenai fenomena siswa gagal lulus Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer atau UTBK 2026.
Sam Ratu memulai ulasannya dengan menceritakan kasus seorang siswa dari sebuah SMA Negeri yang masuk top level di wilayah Jakarta Barat.
Pada pengumuman hasil SNPMB-UTKB 2026 pada 25 Mei lalu, siswi yang selalu masuk tiga besar di kelasnya itu dinyatakan tidak lulus seleksi pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diincar, yakni UGM dan IPB.

Sam Ratu Adila (kedua dari kanan) bersama teman-temannya di European Union (EU) Centre Unair. Foto: dok.pribadi for JPNN.com
Sebelumnya, siswa yang tidak disebutkan namanya itu juga gagal di jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
“Seusai pengumuman hingga malam, berlanjut malam berikutnya, dia tidak keluar kamar. Orang tuanya pusing, tetapi bingung mau bersikap bagaimana. Rayuan menghibur dari balik pintu juga tidak direspons,” cerita Sam Ratu Adila, mahasiswi semester 2 Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dalam tulisan yang dikirim ke JPNN.com, Kamis (28/50.
Ratu, panggilan akrabnya, mengaku bisa memahami rasa kecewa akibat gagal seleksi masuk PTN. Kegagalan lewat jalur SNBP, menurutnya, memang terasa menyakitkan.





































