Rizki dan Oki sehari-hari mengamen demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hari itu, mereka mengamen di salah satu sudut kantin kota saat jam makan siang, ketika ramai diserbu pekerja kantor dan mahasiswa.
Beberapa memberi uang tunai, namun lebih banyak yang menolak dan melanjutkan makan.
Di hari biasa, mereka masing-masing bisa memperoleh sekitar 50.000 rupiah.
"Yang penting halal dan berkah," kata Rizki.
"Kalau misalnya enggak ada, ya enggak apa-apa. Intinya kami meminta, enggak maksa."
Namun, dengan semakin banyaknya orang beralih ke pembayaran digital, penghasilan Rizki dan Oki terancam.
Ini karena mereka tidak menerima pembayaran non-tunai, metode yang kini semakin umum di kota-kota besar seperti Jakarta.













































