jpnn.com - PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 20 hektare terjadi di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau. Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan masih berjibaku memadamkan karhutla itu.
Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan pihaknya menurunkan tim daerah operasi IV/Pekanbaru untuk melaksanakan pemadaman di Kandis. Kondisi kebakaran sampai dengan Rabu (27/5) sore belum padam.
"Pemadaman darat dibantu dengan helikopter 'water bombing' satuan tugas udara. Estimasi Rabu sore sekitar 20 ha namun ini masih estimasi awal," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Kamis (28/5).
Dia menambahkan bahwa tim darat melaksanakan pemadaman dengan strategi penyekatan kepala api. Kendala saat ini, yakni cuaca panas sekali di lapangan dan kondisi air yang tersedia mulai terus berkurang.
Sementara itu, di wilayah Riau lainnya juga terjadi karhutla, yakni Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir. Di sana Tim dari Daops III Labuhan Batu Selatan yang membantu pemadaman. Hal ini karena akses yang lebih dekat dari Sumatera Utara.
"Kondisi sampai sore kemarin masih berasap tipis, tim akan melanjutkan pemadaman pagi ini. Tim Manggala Agni menginap di rumah warga sekitar di dekat lokasi kebakaran supaya mempercepat respons pemadaman," ungkapnya.
Menurut dia, Pasir Limau Kapas aksesnya agak jauh sehingga tim memutuskan menginap di rumah warga agar lebih dekat. Sebelumnya tim menginap di kantor desa setempat.
"Saat ini menumpang menginap di rumah warga terdekat. Yang terbakar kebun masyarakat dan tanahnya gambut Estimasi luasan awal untuk yang Pasir Limau Kapas 8 hektare," katanya. (antara/jpnn)





































