jpnn.com - WASHINGTON - The Wall Street Journal mengutip beberapa pejabat Amerika Serikat, Selasa (14/4), menyampaikan lebih dari 20 kapal komersial melintasi Selat Hormuz selama 24 jam terakhir.
Kapal-kapal tersebut, termasuk kapal kargo, kapal kontainer, dan kapal tanker yang masuk dan keluar dari Teluk Persia, karena kapal-kapal yang tidak menuju pelabuhan Iran dikecualikan dari blokade dan diizinkan untuk melintas dengan bebas.
Beberapa di antaranya dilaporkan berlayar dengan mematikan transponder untuk mengurangi risiko potensi serangan Iran.
Pada 11 April, Iran dan AS memulai perundingan di Islamabad setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dia telah mencapai kesepakatan dengan Teheran terkait gencatan senjata selama dua pekan.
Pada 12 April, kepala delegasi AS, Wakil Presiden JD Vance mengumumkan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan selama negosiasi. Lalu, delegasi AS itu kembali ke negaranya tanpa menghasilkan kesepakatan.
Pada 12 April, Trump mengumumkan bahwa AS akan mulai memblokade semua kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.
Dia juga menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk melacak dan mencegat semua kapal yang membayar Iran untuk dapat melintasi Selat Hormuz.
Blokade tersebut mulai berlaku pada Senin pukul 14:00 waktu setempat. (antara/jpnn)








































