Kecanduan Medsos Menurunkan Tingkat Literasi Anak dan Remaja

3 hours ago 21

Rabu, 15 April 2026 – 10:10 WIB

Kecanduan Medsos Menurunkan Tingkat Literasi Anak dan Remaja - JPNN.com Jogja

Ilustrasi - Anak mengakses media sosial di gawai. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Penggunaan media sosial yang berlebihan pada usia remaja kini menjadi sorotan serius. Sebuah penelitian terbaru dari University of Georgia, Amerika Serikat, mengungkapkan temuan mengkhawatirkan. Makin lama anak remaja menghabiskan waktu di media sosial, makin lemah kemampuan literasi membaca dan penguasaan kosakata mereka.

Penurunan tingkat literasi anak dan remaja dikhawatirkan bisa berdampak negatif pada prestasi akademik di sekolah.

Merespons fenomena ini, Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah dengan memberlakukan PP Tunas mulai 28 Maret 2026 lalu.

Peraturan ini secara resmi membatasi akses media sosial dan gim daring bagi anak di bawah usia 16 tahun pada platform berisiko tinggi seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, hingga Roblox.

Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Gadjah Mada (UGM) Sailal Arimi mengatakan kebijakan ini sangat relevan dan strategis.

Menurutnya, anak-anak di bawah usia 16 tahun belum memiliki kemampuan kognitif yang cukup untuk memfilter konten yang beragam dan sering kali ekstrem.

"Anak-anak belum mampu menentukan mana yang baik dan tidak baik di mata masyarakat. Pembatasan ini akan sangat membantu dalam pemilihan konten, terutama pada usia rentan remaja dan kanak-kanak," ujar Sailal saat memberikan tanggapan pada Selasa (14/4).

Sailal menjelaskan bahwa gawai sejatinya memiliki dua sisi mata uang. Di satu sisi bisa menjadi sarana menambah wawasan dan membangun portofolio positif. Namun, di sisi lain, jika digunakan tanpa kendali, dampak buruknya sangat nyata.

Kecanduan media sosial bisa berdampak pada menurunnya tingkat literasi anak dan remaja. Media sosial harus digunakan dengan bijak.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |