Kuota Impor Daging Dipangkas, Waspada Pasar Terguncang

3 hours ago 20

Kuota Impor Daging Dipangkas, Waspada Pasar Terguncang

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pedagang daging sapi. Ilustrasi. Foto: Cuci Hati/JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Kebijakan pemangkasan kuota impor daging sapi membuat pelaku usaha gusar.

Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (Nampa/National Meat Processors Association Indonesia) Hastho Yulianto menyatakan kebijakan pemangkasan alokasi kuota impor daging sapi 2026 telah membawa pengaruh di pasar daging sapi dan industri pangan Indonesia termasuk dampak pada sektor pengolahan.

Seperti diketahui, kuota impor daging turun menjadi 30.000 ton dari tahun lalu sebesar 180 ribu ton.

Penurunan kuota impor untuk swasta maupun anggota asosiasi industri pengolahan daging, yang tahun ini hanya mendapatkan alokasi 17.000 ton.

“Berisiko terjadinya kekurangan bahan baku buat industri pengolahan daging. Apalagi dengan pasokan yang makin terkonsentrasi di tangan BUMN, pasar rentan terganggu," katanya.

Berdasarkan kuota impor daging 2026 dua BUMN yakni PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia mendapatkan alokasi sebanyak 100.000 ton.

Menurut Hastho, jika kebijakan kuota impor 2026 tidak ditinjau secara komprehensif, maka berpotensi pada penurunan kapasitas produksi, penundaan rencana ekspansi, bahkan penghentian usaha bagi sebagian pelaku industri.

Di siai lain, impor daging dari Brasil, tidak selalu menghasilkan harga pasar yang lebih rendah, dan dalam beberapa periode justru diikuti oleh kenaikan harga.

Kebijakan pemangkasan kuota impor daging sapi membuat pelaku usaha gusar karena pasar terganggu

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |