jpnn.com, JAKARTA - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurrahman buka suara terkait sindiran Habib Rizieq Shihab terhadap dirinya sebagai pembisik Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Rizieq menuding seseorang yang dia juluki dengan nama “Jenderal Baliho” sebagai salah satu orang yang mendoktrin gaya komunikasi presiden.
Padahal menurut Dudung, dirinya tak lagi punya masalah dengan mantan imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu.
“Yang Presiden katanya kabur ke Yaman itu karena di belakangnya ada Jenderal Baliho itu kan? Ya, kalau menurut saya, antara saya dengan Habib Rizieq sudah enggak ada masalah sebetulnya,” ucap Dudung di Kantor KSP, pada Selasa (5/5).
Dudung pun mengingatkan bahwa Rizieq seharusnya membuat pernyataan yang lebih baik dan tidak memprovokasi pihak manapun.
“Ya marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi. Saya lihat bahasa-bahasanya tidak pernah berubah, bahasa-bahasa lama dengan sekarang itu ya,” jelasnya.
Eks Kepala Staf Angkatan Darat itu menyebutkan, seharusnya Rizieq sebagai ulama bisa menjaga pernyataan dan omongan yang dikeluarkan di publik.
“Ulama itu yang selalu meneduhkan, ya. Berpikir jernih, matanya tidak pernah merendahkan orang lain, mulutnya tidak menjelekkan orang lain, hatinya juga dia tidak berprasangka buruk kepada orang lain,” sindir Dudung.










































