jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin, mendorong pemerintah Indonesia memperkuat langkah-langkah perlindungan WNI di Iran.
Hal itu disampaikan Nurul seusai pemerintah melakukan asesmen situasi bersama KBRI Teheran dan menyusun rencana kontingensi jika kondisi keamanan memburuk.
"Kami mengapresiasi upaya yang dilakukan Kemlu RI dan Kedutaan Besar RI di Teheran dalam memantau kondisi WNI yang berada di sana, sekaligus menyiapkan berbagai skenario pengamanan," kata Nurul Arifin dalam keterangannya, Jumat (16/1).
Pemerintah sendiri belum menetapkan evakuasi, karena mayoritas WNI terutama pelajar dan mahasiswa di kota seperti Qom dan Isfahan relatif aman.
Meski begitu, Nurul meminta pemerintah tidak sekadar memantau, tetapi juga memperkuat langkah konkret yang melindungi keselamatan WNI di Iran.
Nurul menilai pemerintah perlu memperluas komunikasi intensif dengan WNI, terlebih terkait pergerakan massa dan potensi risiko di kota-kota tempat para WNI berada.
"Kami mendorong Kemlu RI untuk memperluas jaringan komunikasi, meningkatkan kesiagaan lewat jalur darurat, serta menyiapkan kemungkinan evakuasi cepat apabila informasi di lapangan menunjukkan risiko yang signifikan," lanjutnya.
Nurul mengatakan penting bagi pemerintah untuk menyampaikan informasi yang cepat dan jelas kepada WNI di Iran, serta mengimbau untuk menjauhi pusat demonstrasi.














































