Keresahan Warga NU Menguat, Mubes DIY Desak PBNU Kembali ke Khitah

3 hours ago 13

Keresahan Warga NU Menguat, Mubes DIY Desak PBNU Kembali ke Khitah

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ratusan warga NU menghadiri Mubes Warga NU DIY bertajuk "NU Ora Didol: Meneguhkan Khittah NU untuk Kemandirian Nahdliyyin" yang digelar di Pesantren Bumi Cendekia, Minggu (31/5). Foto: source for jpnn

jpnn.com, YOGYAKARTA - Ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) bertajuk "NU Ora Didol: Meneguhkan Khitah NU untuk Kemandirian Nahdliyyin" yang digelar di Pesantren Bumi Cendekia, Yogyakarta, Minggu (31/5).

Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi dan refleksi warga Nahdliyyin terhadap berbagai dinamika yang berkembang di tubuh organisasi. 

Tiga isu utama yang menjadi pembahasan adalah aspek kepemimpinan, kemandirian, dan peran kaum muda sebagai penentu masa depan NU.

Sejumlah peserta menyoroti berbagai polemik yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari konflik internal di tingkat pengurus pusat yang berujung pada saling pemecatan.

Kemudian, kontroversi pelibatan unsur Zionis Israel dalam sejumlah kegiatan resmi NU, hingga berbagai persoalan lain yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama demi menjaga marwah organisasi.

Dewan Penasihat Mubes sekaligus Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Machasin menyampaikan keprihatinannya terhadap konflik yang terjadi di tubuh NU, khususnya hubungan antara unsur syuriah dan tanfidziyah.

"Musyawarahnya langsung besar dan diadakannya ini karena ada sesuatu yang mengusik kesadaran kami, rasa terganggu karena adanya perselisihan antara syuriah dan tanfiziyah (PBNU)," kata Machasin dalam sambutannya.

Menurutnya, perselisihan tersebut bukan persoalan biasa karena telah memunculkan polarisasi dan blok-blokan yang berpotensi merugikan organisasi. 

Ratusan warga NU menghadiri Mubes bertajuk NU Ora Didol: Meneguhkan Khitah NU untuk Kemandirian Nahdliyyin' di Pesantren Bumi Cendekia, Yogyakarta.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |