Karakter dan Mental Tangguh Penentu Keberlanjutan Karier di Dunia Kerja Internasional

2 hours ago 20

Karakter dan Mental Tangguh Penentu Keberlanjutan Karier di Dunia Kerja Internasional

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin (tengah). Foto Mesya/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menyampaikan tantangan dunia kerja global saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada kemampuan teknis semata.

Menurut Tatang, keterampilan teknis kini hanya menjadi 'tiket masuk', sedangkan karakter dan sikap kerja menjadi faktor utama yang menentukan keberlanjutan karier seseorang.

“Dunia kerja internasional bergerak sangat cepat. Hari ini, ijazah saja tidak cukup. Yang membuat seseorang mampu bertahan di luar negeri justru kemampuan beradaptasi, disiplin, komunikasi, dan sikap kerja yang baik," kata Tatang dalam Webinar Seri 1 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Mendunia bertajuk 'Meniti Karier Global: Strategi dan Sukses Alumni LKP di Dunia Kerja Internasional' yang diselenggarakan secara daring, Jumat (29/5).

Tatang menegaskan di tempat kerja internasional, seseorang tidak hanya dinilai dari seberapa cepat dia bekerja, tapi juga caranya menghargai waktu dan melayani orang lain dalam tim yang lintas budaya.

Dalam pandangannya, Tatang juga mengingatkan para calon tenaga kerja global agar memiliki kesiapan mental yang kuat.

Dia menilai bekerja di luar negeri membutuhkan ketangguhan karena realitanya sangat berbeda dengan bayangan populer.

Tatang menjelaskan, bekerja di luar negeri itu bukan seperti liburan ala drama Korea yang setiap hari menikmati salju sambil minum kopi hangat dengan backsound romantis.

Ada rasa rindu rumah, tekanan kerja, serta perbedaan budaya yang nyata.

Dirjen Dikmen Diksus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengungkapkan tiket masuk dunia kerja internasional yang menentukan keberlanjutan karier seseorang

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |