jpnn.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memantau langsung penanganan kasus dugaan pemerkosaan di Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).
Kasus itu menjadi sorotan di media sosial setelah keluarga korban diduga mengalami persekusi dan penyerangan oleh sekitar 15 orang yang diduga keluarga pelaku pada (31/5/26).
Padahal, keluarga korban sebelumnya telah melaporkan kasus pemerkosaan yang menimpa anak mereka ke kepolisian setempat.
Namun demikian, terduga pelaku disebut belum ditangkap polisi dan bahkan diduga ikut dalam aksi intimidasi terhadap korban.
Oleh karena itu, Sahroni meminta Kapolda Sumbar memberikan atensi khusus terhadap kasus ini.
"Saya minta Pak Kapolda Sumbar memberi atensi terhadap kasus ini. Apalagi pelaku dan komplotannya diduga sampai mengintimidasi keluarga korban secara barbar seperti itu. Ya sudah, tangkap saja sekarang juga," kata Sahroni, Rabu (3/6/2026).
Jika masih ada intimidasi lebih lanjut dari terduga pelaku, Sahroni pun meminta keluarga korban mengabarinya.
"Jadi unsur pidananya dua, intimidasi dan dugaan pemerkosaan. Jangan dikira bisa seenaknya memberi tekanan kepada pelapor. Jika memang masih ada intimidasi, DM saya terbuka. Laporkan saja dan akan saya atensi langsung," tutur Sahroni.






































