jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah mulai memperkuat sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan mengandalkan integrasi data lintas kementerian dan lembaga melalui aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dalam uji coba di Kota Surabaya, Jumat (12/6) sistem ini tidak hanya berfokus pada percepatan verifikasi, tetapi juga pada akurasi penentuan kelayakan penerima bantuan agar lebih objektif dan minim subjektivitas.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Fifi Aleyda Yahya menjelaskan aplikasi Perlinsos digital menghubungkan berbagai basis data nasional untuk memperkuat proses verifikasi.
“Ini bukan sekadar digitalisasi, tetapi perbaikan tata kelola agar akurasi dan transparansi penyaluran bansos semakin kuat,” ujarnya.
Dia menyebutkan, sistem tersebut terintegrasi dengan data Dukcapil, ATR/BPN, Samsat, Korlantas Polri, hingga BPJS sehingga proses pengecekan kondisi warga dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan cepat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Robben Rico menegaskan sistem berbasis AI ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada proses manual yang berjenjang dan rawan subjektivitas.
Menurutnya, sistem lama membutuhkan waktu hingga tiga bulan karena melewati banyak tahapan administratif dari tingkat daerah hingga pusat.
“Dengan sistem baru ini, keputusan kelayakan bisa diproses hanya dalam 15 hingga 45 menit berdasarkan data yang terintegrasi,” kata Robben.




































