jpnn.com, JAKARTA - Insiden patahnya komponen Constant Velocity Joint (CV Joint) pada mobil Lepas L8 saat uji coba, memantik sorotan serius dari kalangan akademisi otomotif.
Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai kejadian tersebut mengindikasikan kegagalan sistem kontrol kualitas (quality control/QC) yang tidak bisa dianggap remeh.
Menurut Yannes, CV Joint merupakan komponen vital dalam sistem penggerak kendaraan.
Patah pada bagian itu, terlebih saat pengujian beban yang diklaim masih dalam batas normal, menunjukkan adanya masalah fundamental pada standar metalurgi maupun faktor keselamatan dalam proses perakitan.
“Insiden ini mengekspos kegagalan fatal quality control dan standar metalurginya, bukan sekadar kecelakaan situasional,” ujar Yannes kepada ANTARA, Rabu (4/2).
Dia menjelaskan kerusakan akibat stres mekanis ekstrem tersebut mengindikasikan pengabaian safety factor, yang seharusnya menjadi standar mutlak kendaraan produksi.
Dampaknya tidak hanya kehilangan daya dorong secara instan, tetapi juga berpotensi memicu kerusakan berantai.
Poros penggerak yang berputar liar, kata Yannes, dapat menghantam selang rem maupun sensor ABS.












































