jpnn.com, SINJAI - Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, menarik perhatian pemerintah pusat.
Tim Humas Sekretariat Kabinet (Setkab) RI melakukan kunjungan untuk mendokumentasikan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat pesisir yang dikembangkan di kawasan tersebut.
Kunjungan yang berlangsung pada Minggu (5/7), itu menjadi bagian dari upaya Setkab menghimpun berbagai praktik pengembangan kawasan nelayan yang berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Selama berada di Kampung Nelayan Merah Putih, rombongan meninjau sejumlah kegiatan pemberdayaan, mulai dari bimbingan teknis perbengkelan bagi nelayan, pelatihan kewirausahaan, hingga sosialisasi literasi keuangan yang melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tim juga menyaksikan demonstrasi penggunaan perangkat fish finder dan Global Positioning System (GPS) yang diperkenalkan untuk membantu nelayan meningkatkan efektivitas penangkapan ikan sekaligus menunjang keselamatan saat melaut.
Selain itu, rombongan menghadiri pelepasan pengiriman komoditas tuna menggunakan kontainer menuju Jakarta melalui jalur distribusi Makassar–Jakarta. Pengiriman tersebut merupakan distribusi domestik keempat yang dilakukan Kampung Nelayan Merah Putih Tongke-Tongke.
Pemerintah Kabupaten Sinjai menilai pengembangan kawasan nelayan tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan dukungan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat pesisir.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai, Ir. H. Burhanuddin, mengatakan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas kawasan tersebut.








































