jpnn.com, JAKARTA - Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor merilis hasil penelitian yang mengkaji akar pemikiran ateisme saintifik Richard Dawkins melalui riset bertajuk “Analisis Kritis Ateisme Saintifik Kontemporer Richard Dawkins.”
Kajian ini muncul di tengah meningkatnya perdebatan global mengenai hubungan sains dan agama.
Penelitian tersebut dipimpin Dr. Muhammad Faqih Nidzom dengan anggota peneliti Fasya Tharra Annada, mahasiswa Magister Aqidah dan Filsafat Islam.
Riset berlangsung sepanjang 2025 dan mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Penelitian Tesis Magister–Riset Dasar.
Tim peneliti menelaah karya-karya Richard Dawkins dan literatur ateisme saintifik serta memperkuat analisis melalui diskusi kelompok terarah bersama pakar.
“Dari hasil analisis konten yang kami lakukan, terlihat jelas bahwa ateisme Richard Dawkins bertumpu pada scientific naturalism atau naturalisme saintifik,” ujar Dr. M. Faqih Nidzom, dalam keterangannya, Jumat (16/1).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa naturalisme saintifik tidak hanya menjadi pendekatan ilmiah, tetapi telah berkembang menjadi pandangan hidup yang menafikan keberadaan Tuhan.
Tim juga menyoroti penggunaan teori evolusi Darwin oleh Dawkins yang dinilai tidak mampu menjawab persoalan metafisis terkait makna dan tujuan keberadaan manusia.













































