jpnn.com, JAKARTA - Terminal Kalideres memang tidak sepopuler Terminal Pulo Gebang atau Terminal Kampung Rambutan.
Namun, terminal paling barat di DKI Jakarta ini masih memiliki reputasi sebagai salah satu titik kumpul bagi bus antarkota antarprovinsi, baik yang ke arah timur dari terminal itu sendiri atau dari Terminal Poris Plawad di Tangerang maupun yang mengarah ke barat ke Pulau Sumatra.
Terminal tipe A ini memang dikenal sebagai connecting hub yang menghubungkan pelancong antarkota dengan sistem transportasi publik dalam kota Jakarta, terutama untuk yang dari Provinsi Banten maupun Pulau Sumatra dan ingin melanjutkan perjalanannya ke pusat kota.
Meskipun memiliki peran yang cukup penting, reputasi Terminal Kalideres cukup disegani sebagai sarang calo.
Letaknya yang cukup jauh dari pusat kota dan tepat di salah satu jalan paling rawan macet di Jakarta juga membuat pelancong harus merencanakan perjalanan mereka lebih awal jika dibandingkan dengan berangkat dari Terminal Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan atau Terminal Pondok Pinang.
Sebelum Anda mengemas koper, berikut panduan lengkap mengenai hal-hal yang harus Anda persiapkan sebelum mengunjungi Terminal Kalideres:
Mengenal Terminal Kalideres, Gerbang Barat Jakarta
Letaknya yang cukup dekat dengan perbatasan Jakarta–Tangerang, Terminal Kalideres sering kali dijadikan sebagai titik pemberhentian atau titik mulai berbagai perusahaan bus yang mengoperasikan rute Jawa–Sumatra, seperti Agra Mas, NPM, ALS, maupun ANS, serta perusahaan bus yang mengoperasikan rute Trans-Jawa seperti Budiman, Bejeu, Gunung Harta maupun Handoyo.
Terminal ini juga merupakan titik terminus bagi layanan transportasi publik dalam kota, yaitu Transjakarta Koridor 3 yang melayani rute Kalideres–Monumen Nasional serta rute JakLingko JAK50 yang melayani rute Kalideres–Mall Puri Indah dan JAK52 yang menghubungkan Kalideres dengan Muara Angke.
Selain itu, terminal ini melayani tiga rute Transjabodetabek yang dioperasikan perusahaan Mayasari Bhakti, yaitu AC42A (Kalideres–Cileungsi), AC29 (Kalideres–Bekasi).
Letak terminal ini sangat strategis karena berada persis di Jalan Raya Daan Mogot, ruas jalan raya yang merupakan jalan utama penghubung DKI Jakarta dengan kota Tangerang.
Dari segi fasilitas, Terminal Kalideres memiliki fasilitas yang sangat lengkap sebagai sebuah transportation hub, dengan ruang tunggu, deretan loket tiket resmi, tempat beribadah, serta area makan berupa warung maupun minimarket.
Tips Penting Sebelum Menginjakkan Kaki di Terminal
Sebelum Anda pergi ke Terminal Kalideres, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal penting demi kenyamanan perjalanan Anda.
Terminal Kalideres memiliki reputasi yang cukup terkenal sebagai terminal dengan banyak calo yang kerap menawarkan tiket dengan harga lebih mahal dari seharusnya atau memiliki rute yang tidak sesuai keinginan.
Anda diharapkan waspada ketika berada di kawasan terminal, dan mengikuti saran dari YouTuber transportasi Nugroho Febianto: Jika Anda didekati oleh calo, sebaiknya katakan jika Anda sudah memiliki tiket dan usahakan untuk tidak terlihat ragu-ragu di area terminal.
Selain itu, letak Terminal Kalideres di Jalan Raya Daan Mogot memiliki konsekuensi berada di salah satu zona macet paling parah di Jakarta, terutama di sore hari ketika truk-truk dari arah Tangerang sudah mulai memasuki kawasan industri di sekitar terminal.
Usahakan untuk tiba setidaknya 60–90 menit sebelum keberangkatan bus untuk mengurangi risiko ketinggalan bus yang akan Anda tumpangi.
Terakhir, Terminal Kalideres memiliki risiko copet yang cukup tinggi.




































