Gus Rosikh: Muktamar NU Seharusnya Bebas Kepentingan Cuan

3 hours ago 15

 Muktamar NU Seharusnya Bebas Kepentingan Cuan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

KH Achmad Rosikh Roghibi. Foto: source for JPNN

jpnn.com - REMBANG - KH Achmad Rosikh Roghibi berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) bebas dari kepentingan politik praktis dan orientasi ekonomi.

Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang yang biasa disapa Gus Rosikh itu menyampaikan bahwa muktamar yang merupakan forum permusyawaratan tertinggi NU, seharusnya menjadi ruang yang sakral, diisi oleh semangat keikhlasan dan tanggung jawab keumatan, bukan arena perebutan kekuasaan ataupun transaksi berbasis cuan.

“NU ini berdiri di atas fondasi perjuangan para ulama. Kalau muktamar sudah disusupi kepentingan politik dan kepentingan materi, maka arah perjuangan NU akan menyimpang dari khitahnya,” ujarnya.

Dia pun menilai pentingnya mengembalikan kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada dzuriyah muasis, yakni keturunan para pendiri NU, yang dinilai memiliki kedekatan historis, kultural, dan spiritual dengan nilai-nilai dasar organisasi.

"Sudah saatnya PBNU kembali dipimpin oleh dzuriyah muassis yang memahami betul ruh perjuangan NU. Ini bukan soal eksklusivitas, tetapi soal menjaga kesinambungan nilai dan amanah para pendiri,” tutur Gus Rosikh.

Dia juga mengingatkan bahwa dominasi kepentingan politik dalam tubuh organisasi berpotensi menjauhkan NU dari khitahnya.

"PBNU harus kembali ke pesantren, kembali ke ulama yang benar-benar hidup dalam tradisi keilmuan dan pengabdian. Jangan sampai NU hanya menjadi alat kepentingan kekuasaan,” katanya. (*/jpnn)

Gus Rosikh mengatakan bahwa sudah saatnya PBNU kembali dipimpin oleh dzuriyah muassis yang memahami betul ruh perjuangan NU.


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |