Faktor Kompleks Penyebab Turunnya Kunjungan Wisata ke Bantul

3 weeks ago 69

Jumat, 27 Maret 2026 – 11:15 WIB

Faktor Kompleks Penyebab Turunnya Kunjungan Wisata ke Bantul - JPNN.com Jogja

Objek wisata Pantai Parangtritis di Bantul. Foto: M. Sukron Fitriansyah/JPNN.com

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tengah melakukan evaluasi mendalam terkait penurunan signifikan jumlah kunjungan wisatawan selama libur Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Penurunan ini terlihat kontras jika dibandingkan dengan tingkat kunjungan pada periode Lebaran 2025.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi mengungkapkan bahwa meskipun masa libur masih berlangsung hingga Minggu (29/3), tren penurunan sudah tampak. Pihaknya berencana melakukan evaluasi total saat masa libur Lebaran usai.

Menanggapi keluhan pengelola wisata pantai terkait retribusi sebesar Rp 15.000 per orang, Saryadi menegaskan bahwa faktor harga bukanlah penyebab tunggal. Ia membandingkan dengan Kabupaten Gunungkidul yang menerapkan tarif serupa namun tetap ramai pengunjung.

"Artinya, tidak satu-satunya tarif retribusi itu menjadi faktor penurunan pengunjung," jelas Saryadi di Bantul, Kamis (26/3).

Menurut Saryadi, penyebab turunnya minat wisatawan ke Bantul bersifat kompleks. Selain kondisi ekonomi makro yang sedang kurang baik, ia menyoroti minimnya inovasi pada daya tarik pantai selatan di Bantul dibandingkan dengan wilayah tetangga.

"Ibarat orang berdagang dengan jualan yang sama, ketika tetangganya punya banyak menu baru dan destinasi baru, sementara kami tetap stagnan, wajar kalau kemudian kalah dengan sebelah," ungkapnya.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi memaparkan angka penurunan yang cukup tajam.

Pada momen Lebaran tahun lalu, rata-rata kunjungan harian mencapai 18.000 orang, sementara tahun ini merosot menjadi rata-rata 11.400 orang per hari.

Jumlah kunjungan wisata ke Bantul menurun dibandingkan Lebaran tahun lalu. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |