jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memperketat pengawasan terhadap armada pengangkut sampah setelah menemukan sejumlah kendaraan yang tidak memenuhi standar kelayakan operasional.
Temuan tersebut diperoleh saat inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya di jalur pengangkutan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Surabaya Wasis Sutikno mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan armada tidak menimbulkan persoalan lingkungan maupun membahayakan pengguna jalan.
Dalam sidak yang digelar di kawasan Jalan Raya Tandes, petugas menemukan beberapa kendaraan dengan kondisi yang perlu segera diperbaiki, mulai dari bak kontainer yang rusak hingga lampu kendaraan yang tidak berfungsi.
“Kami temukan angkutan swasta itu bak kontainernya bolong-bolong. Kemudian kalau compactor milik teman-teman DLH kita cek kelayakan waktu jalan malam, lampu sein, rem dan lain-lain. Ada satu yang lampu rem belakangnya enggak nyala,” kata Wasis, Senin (8/6).
Menurutnya, kerusakan sekecil apa pun tidak boleh dibiarkan karena berpotensi mengganggu keselamatan dan pelayanan pengangkutan sampah. Karena itu, pengemudi diminta segera melaporkan kerusakan agar dapat langsung ditangani.
Selain kondisi fisik kendaraan, DLH juga memeriksa sistem penampungan air lindi pada armada compactor.
Pemeriksaan ini penting untuk mencegah cairan sampah bocor ke jalan yang dapat menimbulkan bau tidak sedap sekaligus membuat permukaan jalan licin.




































