jpnn.com, JAKARTA - Mencuat soal tudingan bahwa PT TBS menjadi biang kerok banjir dan longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Tapanuli Tengah (Tapteng).
Kepala Desa Anngoli Oloan Pasaribu yang disebut mewakili rakyat setempat menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan informasi yang menyebutkan PT TBS merupakan salah satu korporasi penyebab banjir bandang dan longsor di Tapsel dan Tapteng.
"Kami dapat menjelaskan bahwa aktivitas PT TBS bukanlah penyebab bencana banjir bandang dan longsor,” ucap Oloan.
Terlebih, apabila ribuan kubik kayu di Aek Garoga dituding mengalir dari lahan PT TBS.
"Lalu sekitar 3 sampai 4 kilometer bermuara di Sungai Muara Sibuntuon dengan alur yang berkelok dan sempit, sehingga jika pun ada sisa kayu, bukan PT TBS sangat mustahil untuk hanyut hingga ke jembatan Aek Garoga," jelasnya.
Menurut dia, areal yang masuk ke dalam izin lokasi PT TBS bukan merupakan kawasan hutan, melainkan APL yang sudah digarap masyarakat sejak lama berupa tanaman karet, durian, aren, petai dan sebagian ditanami sawit.
Oloan menyebutkan, banyak lahan masyarakat Anggoli yang tidak bersedia lahannya digantirugi oleh PT TBS.
“Karena mereka masih bergantung pada hasil ladangnya, dan titik longsor yang terjadi di sekitar desa kami merupakan lahan masyarakat bukan lahan bukan TBS," tutur Oloan.













































