jpnn.com, JAKARTA - Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan. Demikian pesan Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi saat membuka Rapat Perencanaan Program dan Anggaran 2026–2027 secara daring melalui Zoom meeting di Swiss-Belinn Cawang, Jakarta, Senin (9/2) siang.
Dalam rapat terungkap, Dukcapil menargetkan peningkatan kualitas layanan Adminduk, perluasan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), hingga pembangunan Data Center Tier 3 sebagai fondasi transformasi layanan publik.
Mengacu pada RPJMN dan Renstra 2025–2029, target tahun ini lebih visioner.
Indeks kualitas layanan Adminduk ditetapkan pada nilai 77, dengan 275 daerah diharapkan masuk kategori "Sangat Baik". Sementara, aktivasi IKD ditargetkan naik menjadi 20 persen dari wajib KTP.
"Digitalisasi menjadi keniscayaan. IKD harus menjadi wajah baru pelayanan publik kita," kata Teguh.
Target lainnya mencakup penerbitan 745 ribu akta kelahiran, 425 ribu akta kematian, 1,36 juta akta perkawinan, dan 50 ribu akta perceraian.
KIA ditargetkan bertambah 372 ribu keping, sementara Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) difasilitasi di 15 daerah.
Dari sisi teknologi, Dukcapil menyiapkan pembangunan Data Center Tier 3 di Kampus IPDN Jl. Ampera, Jakarta, penyediaan 22 juta blangko KTP-el, 2 juta lisensi ABIS, serta penerapan ISO 27001 di pusat dan daerah.






.jpeg)




































