jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada awal tahun ini.
Kondisi pasar yang fluktuatif tersebut mendorong Rupiah melemah pada perdagangan awal pekan ini.
Pada penutupan perdagangan 13 Januari 2026, mata uang Indonesia tercatat berada pada level Rp16.860 per dolar AS.
Level penutupan tersebut menunjukkan nilai tukar Rupiah telah terdepresiasi sebesar 1,04% secara year-to-date (YTD) sejak awal tahun.
Kendati demikian, pelemahan Rupiah tersebut dinilai masih sejalan dengan pergerakan nilai tukar regional lainnya di kawasan Asia.
Mata uang negara-negara tetangga diketahui juga turut terdampak oleh sentimen global yang sedang membayangi pasar keuangan saat ini.
Sebagai perbandingan, mata uang won Korea tercatat mengalami pelemahan yang lebih dalam, yakni sebesar 2,46%.
Sementara itu, peso Filipina melemah sebesar 1,04%, setara dengan depresiasi yang dialami Rupiah.














































