jpnn.com, JAKARTA - Karya terbaru dari sutradara Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java), terpilih untuk tayang perdana di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026.
Film yang dibintangi Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Pitrashata Malasan itu masuk dalam program Centrepiece, yang menampilkan film-film berkualitas dari berbagai negara.
Adapun Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 akan berlangsung pada 10-20 September 2026.
Keikutsertaan Empat Musim Pertiwi juga menjadi momen kembalinya Kamila Andini ke TIFF. Sebelumnya, dia sempat meraih Platform Prize pada 2021 melalui film Yuni.
Film Empat Musim Pertiwi memadukan beberapa genre, seperti drama psikologis, fiksi ilmiah, magical realism, western, dan misteri.
Gunung Bromo menjadi salah satu lokasi utama dalam film tersebut. Pemilihan lokasi itu sudah menjadi bagian dari proses kreatif film sejak 2017. Proses produksi Empat Musim Pertiwi juga memiliki skala yang lebih besar dibandingkan karya-karya Kamila Andini sebelumnya.
“Bromo memang sudah ada sejak awal proses kreatif film ini pada 2017. Bahkan sebelum Gadis Kretek atau Yuni. Secara skala produksi, Empat Musim Pertiwi memang lebih kompleks, berat, dengan kanvas yang lebih besar,” kata produser, Ifa Isfansyah.
Bagi Kamila Andini, Bromo bukan hanya latar, tetapi juga memiliki kaitan dengan perjalanan karakter dalam film.









































