jateng.jpnn.com, SEMARANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kota Semarang, Jawa Tengah. OMC telah dimulai sejak Kamis (15/1) hingga beberapa hari kedepan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro Pudyo Martanto mengatakan OMC digelar untuk meminimalisir potensi bencana hidrometeorologi di Ibu Kota Jawa Tengah itu.
Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir intensitas hujan di Kota Semarang cukup tinggi. Bahkan, banjir membuat Jalan Pantura Semarang-Kendal di kawasan Mangkang sempat lumpuh sementara.
“BNPB melaksanakan modifikasi cuaca yang kemungkinan akan berlangsung beberapa hari ke depan untuk mengurangi potensi bencana,” ujar Endro, Jumat (16/1).
Menurut Endro, operasi modifikasi cuaca dilakukan dengan menebar garam di atmosfer untuk mengalihkan pembentukan awan hujan ke arah Laut Jawa. Dengan metode itu, hujan diharapkan lebih banyak turun di laut sehingga dapat menekan risiko banjir dan longsor di wilayah daratan.
Selain untuk mengurangi potensi bencana di Kota Semarang, OMC juga diarahkan guna mendukung percepatan penanganan banjir di sejumlah daerah lain di lereng Gunung Muria, seperti Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara.
“Hujan diharapkan terjadi di laut. Dengan begitu, potensi bencana bisa dikurangi sekaligus membantu mempercepat penanganan banjir di wilayah Pati Raya,” ujarnya.
Endro menyebut tren bencana di Kota Semarang saat ini menunjukkan pergeseran dari banjir ke bencana tanah longsor, meskipun banjir masih terjadi di beberapa titik.











































