jpnn.com - Final Piala Afrika 2025 hampir berubah menjadi noda besar bagi sepak bola benua hitam.
Ketegangan tinggi yang terjadi di laga puncak antara Maroko dan Senegal nyaris berujung kekacauan.
Pertandingan yang digelar di Stadion Prince Moulay Abdellah, Minggu (18/1/2026) malam waktu setempat, awalnya berjalan normal dan penuh tensi.
Selama 90 menit, kedua tim bertarung keras tanpa insiden berarti.
Situasi berubah drastis saat memasuki masa injury time.
Gol Senegal dianulir wasit Jean Jacquea Ndala karena dianggap terjadi pelanggaran terlebih dahulu.
Keputusan tersebut memicu protes meski laga sempat dilanjutkan kembali.
Belum reda ketegangan, wasit kemudian menunjuk titik putih untuk Maroko.














































