jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pesawat jenis ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1). Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT itu tengah menempuh rute penerbangan dari Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta (JOG) menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar (UPG).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengonfirmasi bahwa pesawat buatan tahun 2000 itu mengangkut sepuluh orang saat insiden terjadi.
"Jumlah orang di dalam pesawat (persons on board/POB) dilaporkan sebanyak sepuluh orang, yang terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang," ujar Lukman dalam keterangan resminya di Jakarta.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan tengah melakukan penyisiran intensif. Titik fokus pencarian diarahkan ke wilayah pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros. Lokasi tersebut kini juga telah ditetapkan sebagai Posko Basarnas.
Pesawat yang diterbangkan oleh pilot Captain Andy Dahananto itu terbang dengan laporan awal kondisi cuaca sedikit berawan dengan jarak pandang mencapai 8 kilometer.
Pencarian udara dijadwalkan menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Udara bersama Basarnas pada pukul 16.25 WITA.
AirNav Indonesia sedang menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) untuk mendukung kelancaran operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
"Kami terus melakukan koordinasi intensif melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar dengan AirNav, Basarnas, TNI AU, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan langkah penanganan berjalan optimal," tambah Lukman.











































