Bahas Fenomena Migrasi Kaum Rebahan Asal China, FSI Datangkan Ahli Kelas Dunia

3 hours ago 17

Bahas Fenomena Migrasi Kaum Rebahan Asal China, FSI Datangkan Ahli Kelas Dunia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pakar Hubungan Internasional yang juga dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pelita Harapan (UPH), Prof. Edwin M. B. Tambunan (kiri) hadir bersama dengan sinolog Prof. Dr. Pal Nyiri (tengah) dan Ketua Forum Sinologi Indonesia (FSI) Dr. Johanes Herlijanto dalam seminar di Jakarta. Foto: FSI

jpnn.com, JAKARTA - Forum Sinologi Indonesia (FSI) menghadirkan sinolog asal Hungaria, Prof. Dr. Pal Nyiri, dalam seminar berjudul 'From Taojin To Tangping: Southeast Asia, Chinese Migration, and the Waves of China’s Re-globalisation'

Acara yang digelar di Universitas Pelita Harapan (UPH) pada 17 Januari 2026, itu membahas fenomena migrasi baru yang dipicu gaya hidup “tangping” atau rebahan atau memilih hidup santai dan menolak tekanan berlebih.

Dalam paparannya, Prof Nyiri menjelaskan bahwa perubahan pola migrasi warga China tidak lagi sekadar didorong motif ekonomi.

“Sejak 2010-an, kami melihat munculnya kelompok baru yang bermigrasi demi kualitas hidup yang lebih baik, bukan sekadar mencari penghasilan,” ujar Prof Nyiri.

Dia menambahkan bahwa kelompok ini terdiri dari profesional urban, keluarga kelas menengah atas, hingga pengusaha.

Menurut Nyiri, pandemi Covid-19 menjadi titik balik penting dalam perkembangan fenomena yang oleh para ahli ilmu sosial dijuluki sebagai fenomena xinyimin tersebut. “Kebijakan lockdown yang sangat ketat membuat banyak warga kelas menengah atas merasa rentan,” katanya.

Hal itu, lanjutnya, memengaruhi keputusan sebagian warga China untuk mencari negara dengan kontrol sosial lebih longgar seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Nyiri menegaskan bahwa tekanan hidup di kota besar turut mempercepat tren migrasi. “Biaya hidup tinggi, persaingan kerja ekstrem, dan fenomena involusi membuat banyak orang merasa tidak mungkin lagi mencapai mobilitas sosial,” paparnya.

Migrasi baru warga China dipicu tekanan hidup, tren tangping, dan kebutuhan akan kualitas hidup lebih baik.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |