jpnn.com - Baru sekali ini saya satu meja dengan tokoh-tokoh Tim Enam. Yang salah satunya kemudian menjadi menteri perencanaan pembangunan nasional (PPN)/Ketua Bappenas: Dr Rahmat Pambudi.
Sewaktu berpidato di podium, Menteri Rahmat sempat berseloroh sambil menatap ke saya: "mumpung ada Pak Dahlan apakah saya bisa jadi anggota perusuh Disway," katanya.

Di meja itu ada juga yang kemudian menjadi setingkat menteri: Kepala Badan Gizi Nasional Dr Dadan Hindayana.
Lalu ada koodinator Tim Enam: Prof Burhanuddin Abdullah, kini komisaris utama PLN.
Masih ada lagi: Prof Laode Kamaluddin yang dulu bertugas merumuskan Asta Cita menjadi buku. Kini Prof Laode punya jabatan kepala Badan Sertifikasi Artificial Intelligence.
Yang dua lagi saya baru sekali ini bertemu: yang laki-laki muda dengan rambut dikuncir itu Pramudya Oktavinanda. Ia ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI). Bukan anggota Tim Enam, tetapi tergabung dalam Prasasti --yang memayungi Tim Enam.
Sementara, yang wanita 5i di sebelahnya itu, bintang acara Rabu kemarin: Dr dr Cashtry Meher. Juga tergabung di Prasasti.

.jpeg)











































