bali.jpnn.com, GILIMANUK - PT ASDP Indonesia Ferry mencapai kesepakatan dengan asosiasi pengemudi seusai negosiasi di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
Langkah ini diambil guna mengatasi dan mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di kawasan pelabuhan.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Media Syahrianto menyampaikan apresiasinya atas masukan dari para pengemudi terkait situasi tersebut.
"Kami memahami dan menghargai aspirasi yang disampaikan para pengemudi terkait antrean kendaraan yang terjadi beberapa waktu terakhir," ujar Media Syahrianto, Senin (7/9) dilansir dari Antara.
Media Syahrianto mengatakan bahwa kemacetan di sisi Pelabuhan Gilimanuk merupakan imbas dari dinamika operasional untuk mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Kepadatan ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni karena peningkatan jumlah kendaraan yang melintas secara bersamaan.
Kedua lantaran adanya pekerjaan peningkatan kapasitas di Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk serta Dermaga Ponton Pelabuhan Ketapang yang masih berlangsung.
Oleh karena itu, ASDP bersama regulator dan stakeholder terkait menerapkan pola operasional Tiba, Bongkar dan Berangkat (TBB).













































